Senin, 15 November 2021

Bawaslu Goes To Campus, Ajak Mahasiswa STIK Kendal Jadi Pengawas Partisipatif

Kendal, Bawaslu – Pelaksanaan Pemilu/Pemilihan 2024 masih sangat lama apabila dihitung berdasarkan hari, namun bila dihitung berdasarkan tahun tinggal tersisa 2 tahun lagi karena sebentar lagi akan masuk pergantian tahun. Bawaslu Kendal mempersiapkan suksesnya pelaksanaan Pemilu/Pemilihan tahun 2024 dengan menggandeng mahasiswa untuk menjadi pengawas partisipatif dengan melaksanakan Bawaslu Goes To Campus.

Program Bawaslu Goes To Campus dilaksanakan di Aula Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) Kendal ini merupakan Universitas pertama yang didatang oleh Bawaslu Kendal. Anggota Bawaslu Kendal Firman Teguh Sudibyo mengatakan peran mahasiswa sangat penting dalam pelaksanaan Pemilu/Pemilihan sebagai pengawas partisipatif. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan untuk membuka acara, Sabtu, (13 November 2021) pagi.


“Dalam kegiatan Bawaslu Goes To Campus ini kami berharap para mahasiswa STIK Kendal bisa menjadi bagian dari kami yaitu sebagai pengawas partisipatif dan pada kegiatan kali ini ada diskusi, saran, masukan dari kawan-kawan mahasiswa sebagai Agent Of Change, dalam penyelenggaraan Pemilu/Pemilihan mendatang,” kata Firman.

Ahmad Tantowi, Ketua STIK Kendal menyampaikan untuk mengawasi Pemilu/Pemilihan Bawaslu perlu menggandeng mahasiswa. "Hal ini sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa mempunyai kesempatan yang luar biasa di dalam masyarakat menjadi pengawas partisipatif,” kata Tantowi.

Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen antusias mengikuti kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan oleh Bawaslu. Kegiatan Bawaslu Goes To Campush ditutup dengan penandatanganan MoU kerja sama antara Bawslu dan STIK Kendal dan pembuatan video deklarasi oleh mahasiswa dan dosen.[BK]

Karakteristik Pemuda Sebagai Pemilih Pemula

 Kendal, Bawaslu – Ketua Bawaslu Kendal Odilia Amy Wardayani menjadi pemateri dalam kegiatan seminar yang diadakan oleh Fakultas Hukum Universitas Selamat Sri Kendal (UNISS). Seminar dengan tema Kesetaraan Gender Dalam Perspektif Hukum dan Politik di Indonesia ini dilaksanakan di Gedung Fakultas Hukum UNISS, Sabtu (13 September 2021).
Hadir sebagai narasumber Ibu Sitta Saraya, Dekan Fakultas Hukum UNISS, Bapak Ali Martin Tim Ahli DPR RI, Hevy Indah Oktaria Ketua KPU Kabupaten Kendal.

Odilia menyampaikan sebagai Pemuda khususnya mahasiswa harus mempunyai karakteristik agar tidak mudah diperdaya oleh oknum yang ingin mengambil keuntungn. “Sebagai mahasiswa entah itu laki-laki atau perempuan haru mempunyai karakteristik yang kritis, mandiri, mencari jati diri, memiliki antusias tinggi, haus akan perubahan, relatif rasional, semangat, Memiliki rasa ingin tahu dan mencoba hal baru,” kata Odilia.

 Pemilu/Pemilihan yang akan datang dilaksanakan pada tahun 2024 jangan sampai generasi muda khususnya mahasiswa dan pemilih pemula masih memiliki tingkat kesadaran politik yang masih rendah apalagi kurang paham mengenai tujuan dan manfaat pemilu.

“Bawaslu Kendal terbuka dalam memberikan informasi kepada masyarakat, apabila sahabat Bawaslu ingin mengetahui lebih jelas mengenai Pemilu/Pemilihan dapat mengunjungi langsung kantor kami atau menanyakan melalui Pelayanan Informasi yang ada di website Bawaslu Kendal maupun sosial media Bawaslu kendal,” kata Odilia. [BK]


 

Rabu, 03 November 2021

Dialog Interaktif Kepemudaan Bawaslu Kendal dan Karang Taruna Abhinaya

 


Kendal, Bawaslu – Bawaslu Kendal mengisi acara Dialog Interaktif Kepemudaan dengan tema Dampak Pandemi Covid-19 dan Politik Uang Terhadap Kualitas Demokrasi yang digelar di Balai Desa Magelung, Kaliwungu selatan, Minggu (31 Oktober 2021).

Kegiatan ini bertujuan mengajak para pemuda Desa Magelung yang berperan sebagai agen untuk menolak politik uang. Hadir dalam acara Kepala Desa Magelung Muhammad Edi, Ketua Bawaslu Kendal Odilia Amy Wardayani, Kordiv Penyelesaian Sengketa Firman Teguh Sudibyo, dan Kordiv Penyelesaian Sengketa Abdul Hamid.

“Untuk persiapan pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan tahun 2024, saya tidak ingin generasi muda belum memahami bahaya politik uang. Bawaslu Kendal akan terus memberikan sosialisasi agar masyarakat tau bahwa politik uang merupakan hal yang melanggar hukum dan dampak dari politik uang juga sangat merugikan,” kata Odilia.

Kepala Desa Magelung Muhammad Edi memberikan respon positif terkait adanya kegiatan bersama yang dilakukan antara Bawaslu Kendal dan Karang Taruna Desa Magelung. “Ini menunjukkan semangat dari para pemuda Desa Magelung untuk mengetahui lebih jauh mengenai demokrasi. Desa Magelung ini memiliki wilayah yang sangat luas, apabila benar-benar digarap secara maksimal, pemuda-pemuda kita bisa menghasilkan potensi yang luar biasa,” ungkap Edi.

Bawaslu Kendal berharap dengan adanya kegiatan ini masyarakat dapat berpartisipasi menjadi pengawas partisipatif dan menyadari pentingnya pengetahuan tentang demokrasi. Karena masyarakat merupakan sasaran dari para penjahat demokrasi. Oleh karena itu, jika masyarakat dapat diajak bekerjasama maka akan lebih mudah bagi Bawaslu untuk menegakkan demokrasi yang bersih.[BK]

Bawaslu Kendal Rayakan Satu Tahun GARASI Mengawasi

Kendal, Bawaslu – Gerakan Rakyat Mengawasi atau GARASI merupakan wadah kawan-kawan alumni SKPP Daring juga masyarakat Kendal. GARASI dibentuk pada tanggal 26 September 2020. Bawaslu Kendal merayakan satu tahun GARASI melalui acara Bawaslu Bicara episode 35 dengan judul 1 Tahun GARASI Mengawasi, Selasa (02 November 2021).

Hadir sebagai pemateri dalam webinar Andika Asykar PLT Kasek Bawaslu Kendal, Haniv Vidi Yuwono Analis Pemilu Puslitbangdiklat Bawaslu, Nur Hikmatus Sobah Ketua Garasi Kendal dan Alumni SKPP 2020 Hadziq Muhammad Musofa Alumni SKPP 2021.

“Tujuan kami melaksanakan webinar ini untuk memberi apresiasi satu tahun GARASI karena teman-teman anggota sudah menjaga konsistensi dan eksistensi sebagai Pengawas Partisipatif. Semoga dengan adanya komunitas GARASI yang mayoritas diisi oleh anak muda, dapat menjadi inspirasi generasi Z lebih perduli pada pengawasan demokrasi,” kata Andika dalam penyampaian materinya.

Anggota GARASI berisikan alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) tahun 2020. Tujuan awal dibentuknya garasi sebagai wadah untuk terus berkomunikasi antar alumni. “Sebelum dibentuk GARASI kami merupakan alumni SKPP tahun 2020, kemudian memberikan usul untuk membentuk komunitas ini dengan tujuan menjadi informan untuk Bawaslu manakala ada pelanggaran di sekitar masyarakat,” kata Sobah Ketua GARASI.

“Keberadaan GARASI ini sangat bagus sekali, karena generasi muda yang sebelumnya apatis dengan politik, diharapkan dengan adanya SKPP kemudian ada GARASI dapat mengubah pola pikir yang tadinya tidak perduli menjadi perduli ikut serta mengawasi demokrasi dan ikut serta mengawasi pelaksanaan Pemilu Pemilihan,” kata Haniv.

Sebagai alumni dari SKPP tahun 2021 Hadziq mengatakan mendapat ilmu yang sangat bermanfaat setelah mengikuti kegiatan tersebut. ”Banyak ilmu yang saya dapatkan dari mengikuti SKPP Tingkat Dasar dan Tingkat Menengah yang tidak saya dapat di bangku sekolah. Jadi setelah mengikuti SKPP saya menjadi paham dan mengerti pentingnya masyarakat sebagai pengawas partisipatif,” kata Hadziq. [BK]

Minggu, 31 Oktober 2021

Dialog Interaktif Kepemudaan Bawaslu Kendal dan Karang Taruna Abhinaya

 

Kendal, Bawaslu – Bawaslu Kendal mengisi acara Dialog Interaktif Kepemudaan dengan tema Dampak Pandemi Covid-19 dan Politik Uang Terhadap Kualitas Demokrasi yang digelar di Balai Desa Magelung, Kaliwungu selatan, Minggu (31 Oktober 2021).

Kegiatan ini bertujuan mengajak para pemuda Desa Magelung yang berperan sebagai agen untuk menolak politik uang. Hadir dalam acara Kepala Desa Magelung Muhammad Edi, Ketua Bawaslu Kendal Odilia Amy Wardayani,  Firman Teguh Sudibyo (Kordiv. Penanganan Pelanggaran), dan Abdul Hamid (Kordiv. Penyelesaian Sengketa).

“Untuk persiapan pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan tahun 2024, saya tidak ingin generasi muda belum memahami bahaya politik uang. Bawaslu Kendal akan terus memberikan sosialisasi agar masyarakat tau bahwa politik uang merupakan hal yang melanggar hukum dan dampak dari politik uang juga sangat merugikan,” kata Odilia.

Kepala Desa Magelung Muhammad Edi memberikan respons positif terkait adanya kegiatan bersama yang dilakukan antara Bawaslu Kendal dan Karang Taruna Desa Magelung. “Ini menunjukkan semangat dari para pemuda Desa Magelung untuk mengetahui lebih jauh mengenai demokrasi. Desa Magelung ini memiliki wilayah yang sangat luas, apabila benar-benar digarap secara maksimal, pemuda-pemuda kita bisa menghasilkan potensi yang luar biasa,” ungkap Edi.

Bawaslu Kendal berharap dengan adanya kegiatan ini masyarakat dapat berpartisipasi menjadi pengawas partisipatif dan menyadari pentingnya pengetahuan tentang demokrasi. Karena masyarakat merupakan sasaran dari para penjahat demokrasi. Oleh karena itu, jika masyarakat dapat diajak bekerjasama maka akan lebih mudah bagi Bawaslu untuk menegakkan demokrasi yang bersih.[BK]

Minggu, 17 Oktober 2021

Kelurahan Anti Politik Uang Langenharjo Kembali Dibina Bawaslu Kendal



 Kendal, Bawaslu – Pada tahun 2019 Bawaslu Kendal sudah pernah membentuk Desa Anti Politik Uang. Sosialisasi dilakukan dan diresmikan di tiga desa, setelah dua tahun berjalan salah satu desa mendapat pembinaan kembali mengenai Anti Politik Uang. Pembinaan ini dilaksanakan di Prum BTN, Kelurahan Langenharjo Kendal, Sabtu petang (17 Oktober 2021).

“Dua tahun yang lalu tepatnya dibulan November 2019 kami sudah membentuk Desa Anti Politik Uang ditiga desa yaitu Desa Pagersari Kecamatan Patean, Salamsari Kecamatan Boja dan Langenharjo Prum BTN Kecamatan Kendal. Hari ini kami melakukan Pembinaan Kelurahan Anti Politik Uang di Prum BTN Kendal sebagai bentuk persiapan pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan yang akan berlangsung ditahun 2024,” kata Ketua Bawaslu Kendal Odilia Amy Wardayani dalam sambutannya.

Sosialisasi berjalan dengan baik karena warga BTN menyambut dengan antusias dan aktif berdiskusi dalam kegiatan pembinaan Kelurahan Anti Politik Uang ini. “Warga BTN Kendal sangat aktif bertanya dan berdiskusi, sejak dibentuk menjadi Kelurahan Anti Politik Uang di tahun 2019, warga Kelurahan Langenharjo konsisten menolak politik uang pada Pilkada tahun 2020,” kata Odi.

Masyarakat Kelurahan Langenharjo Prum BTN menyambut antusias kelurahannya dapat mengikuti Pembinaan Kelurahan Anti Politik Uang. Sebagai wujud persiapan pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan tahun 2024 agar lebih memahami apa itu politik uang dan bagaimana cara menyikapi jika ditemukan politik uang untuk pelaksanaan demokrasi di Indonesia menjadi lebih baik.

“Warga Langenharjo kebanyakan berprofesi sebagai PNS dan ASN sehingga wajib mengetahui sanksi yang diterima apabila melakukan politik uang. Kalaupun mereka sudah paham betul, semoga ilmu yang kami terima dapat kami berikan kepada orang lain terutama saudara kita yang masih kurang memahami bahaya Politik Uang,” kata Lurah Langenharjo Dwi Ani Laksitawati.[BK]




Rabu, 06 Oktober 2021

 


Kendal, Bawaslu – Kontingen Kendal mengikuti Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Tingkat Dasar Tahun 2021 yang diadakan oleh Bawaslu RI. Sejumlah 514 Bawaslu Kabupaten/Kota di Indonesia, hanya 304 Bawaslu Kabupaten/Kota yang mendapatkan kesempatan mengikuti SKPP. Di Jateng sendiri ada 18 Bawaslu Kabupaten/Kota dari 35 Bawaslu Kabupaten/Kota yang bisa mengirim peserta SKPP. Bawaslu Kendal menjadi salah satu dari 304 dan 18 Bawaslu yang mengirim peserta SKPP.

SKPP Tingkat Dasar dilaksanakan di Kabupaten Karanganyar, bertepatan di The Alana Hotel dan akan berlangsung selama 3 hari dimulai dari tanggal 6 hingga 8 Oktober 2021. Acara di mulai pukul 13.00 WIB dibuka oleh Anggota Bawaslu RI Dr. Ratna Dewi Pettalolo, SH, MH secara daring. Hadir dalam acara pembukaan SKPP tingkat dasar Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Sri Sumanta, Sri Wahyu Ananingsih, Rofiuddin, Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka serta Forkompimda Kabupaten Karanganyar. Turut serta mengantarkan 5 pimpinan Bawaslu Kabupaten/Kota yg menjadi peserta kegiatan, Rabu, (06 Oktober 2021).

Sebelumnya, pendaftaran untuk menjadi calon kader SKPP telah dibuka pada tanggal 24 hingga 28 Mei 2021. Dari 84 pendaftar di Kabuapten Kendal sebanyak 18 orang yang akhirnya lolos dan dapat mengikuti SKPP tingkat dasar secara Luring. “Kabupaten Kendal menjadi salah satu Kabupaten yang dapat mengikuti SKPP. Hari ini sebanyak 18 peserta SKPP dari Kendal dengan rincian 12 laki-laki dan 6 perempuan mengikuti kegiatan SKPP tingkat dasar bersama Kabupaten Klaten, Kabupaten Blora, Kabupaten Sragen dan Kota Surakarta,” kata Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubal Bawaslu Kendal Achmad Ghozali. [BK]

Bawaslu Kendal Hadiri Rakor Rancangan Perbup Penyelenggaraan Billboard dan Videotron

Kendal – Bawaslu Kabupaten Kendal menghadiri rapat koordinasi pembahasan Rancangan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Penyelenggaraan Sarana ...